Profil

Hidup adalah air mata
mata air minuman jiwa jiwa dahaga
Hidup adalah perjalanan panjang
lembaran tak bertepi
lukisan tanpa batas
dan hidup adalah sebuah saembara

JEJAKKU
Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, di sebuah pulau terpencil tepatnya di ujung timur pulau madura dan daerah itu di beri nama oleh leluhurnya dengan sebutan Sumenep Sumekar, entah dari mana nama itu bermula aku belum mengetahui secara pasti.
Suatu kebanggaan bagiku tanah yang menjadi tempat tumpah darahku walau tak seindah kota para kaum kapitalis, Alhamdulillah cukup memberiku sebuah inspirasi tentang tari dedaunan, nyanyian burung, dan sabda ladang yang menghijau.
Segala puji bagi Tuhan pencipta keindahan alam semesta, saat orang-orang tebangun dari perjalanan mimpi panjangnya (07.30) Tanggal 10 Agustus 1989. saat itulah tangisku memecahkan langit-langit kamarku. Aku di transfer dari rahim bunda tercinta ke dunia yang sedang ku pijaki saat ini.
Hari berlalu berkelana dengan waktu, dengan segala pertimbangan, kedua orang tuaku memberiku sebuah nama yang sederhana “habib (obenk)”. ah… sungguh dengan nama itu ku sering merasa tidak pantas apalagi saat tubuhku mulai akrab dengan debu, aku semakin merasa kalalu aku sangat tidak pantas menyandang nama itu
Setelah usia mengusungku pada sebuah pentas dunia yang penuh dengan warna warni, akupun tumbuh menjadi dewasa dan pada saat itu pula aku baru tau bahwa nama yang dulu sempat membuatku terasing ternyata telah memberi bekas nyata dalam perjalan kaki telanjangku, dengan nama itu aku dapat memahami siapa diriku sebenarnya. Nama itu sering kali mengetuk kendang telingaku agar aku tidak congkak dan sombong, aku hanyalah makhluk kecil di sisiNya
خلق الله انسان ضعفا
Sebagai makhluk hidup aku juga mempunyai cit-cita yang tercitra dari manis dan getirnya liku-liku kehidupan, “tapi ada yang aneh” sejak aku lahir hingga mengerti warna langit cita-citaku tetap tak dapat ku wakili dengan kata-kata ataupun diterka dengan sastra, yang jelas cita-ciataku setinggi langit, sejauh pandangan mata dan sekeras ombak yang tak pernah letih membentur karang.
Sumenep, 21 Juli 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar